Kamis, 15 September 2016

Kontribusi yang Akan Saya Berikan untuk Indonesia

Saya Tiara Trisna Putri, lahir 19 tahun yang lalu di Jakarta pada tanggal 22 Maret. Saya seorang mahasiswi psikologi semester 5 di Universitas Negeri Jakarta. Saya adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Saya tinggal di Depok, Jawa Barat, sejak saya lahir. Hobi saya adalah menonton film, menulis, membaca novel, dan mendengarkan musik. Saya cukup mudah bergaul dan beradaptasi di tempat yang baru karena saya memiliki tujuan jika saya berada di tempat baru, saya sebisa mungkin perlu bergaul dengan orang baru untuk memperluas jaringan pertemanan saya.
Sejak SMA, saya memiliki cita-cita ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan di bidang yang berhubungan dengan manusia dan kesehatan. Saya memiliki dua opsi antara memilih melanjutkan ke fakultas kedokteran atau psikologi. Saya telah melalui berbagai macam ujian masuk perguruan tinggi. Saya mengikuti ujian masuk PTN sebanyak enam kali namun belum membuahkan hasil. Karena Allah memiliki pilihan yang lebih baik, Alhamdulillah akhirnya saya memilih jurusan Psikologi UNJ dan lulus dalam ujian mandiri UNJ (Penmaba) dan itu merupakan ujian masuk PTN yang ketujuh dan terakhir yang saya ikuti. Saya memilih jurusan psikologi karena psikologi sangat berkaitan erat dengan bidang kesehatan dan manusia. Selain itu, saya juga dapat mempelajari bagaimana manusia berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga berminat mempelajari psikologi karena nantinya saya dapat membantu orang-orang di sekitar saya untuk menemukan solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan dengan diri sendiri maupun di dalam kehidupan mereka.   
Kakak pertama saya, Kartika Trisna Putri, seorang mahasiswi jurusan meteorologi tingkat akhir di ITB dan sekarang beliau sudah lulus dan sedang mencari mencari pekerjaan. Kakak kedua saya bernama Gilang Trisna Kusuma, seorang mahasiswa teknik lingkungan di ITB dan sedang melanjutkan S2 di ITB dengan bidang yang sama karena mendapatkan beasiswa. Saya mempunyai adik yang masih duduk di SMPN 2 Depok kelas 9. Saya sangat membutuhkan beasiswa dari dalam maupun luar kampus untuk membayar biaya selama saya kuliah di UNJ karena keterbatasan kondisi ekonomi keluarga dan jumlah tanggungan di dalam keluarga yang cukup banyak dan membutuhkan biaya yang banyak juga. Ayah saya dulu adalah seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan asing di Jakarta, namun pada akhir tahun 2007 beliau terkena PHK sehingga dari akhir tahun 2007 hingga sekarang beliau menjadi seorang wiraswasta berpenghasilan sekitar 1.500.000-2.000.000/bulan. Ibu saya seorang Ibu Rumah Tangga. Ibu saya membantu perekonomian keluarga dengan cara berjualan pakaian dan kue. Saya dan saudara saya juga ikut membantunya berjualan baju di kampus dengan cara dari mulut ke mulut dan berjualan kue ketika ada acara pengumpulan dan untuk event tertentu di kampus. Saya juga berusaha membantu perekonomian keluarga dengan berjualan pulsa. Penghasilan yang ibu saya dan saya dapatkan tidak menentu setiap bulannnya karena itu tergantung terhadap jumlah pembeli dan barang terjual. Saya sangat bersyukur karena memperoleh IP 3,84 di semester 1, 3,76 di semester 2, 3,89 di semester 3, dan 3,82 di semester 4. Saya berharap dengan IP tersebut  dapat mempermudah saya memperoleh beasiswa dari dalam maupun luar kampus agar saya dapat menjalani masa studi di UNJ dengan lancar tanpa terhambat dengan masalah biaya perkuliahan.  
Saya mempunyai target untuk mengambil peminatan Psikologi Industri dan Organisasi dan jika saya lulus kuliah tepat waktu, saya akan melanjutkan untuk mencari pekerjaan sebagai seorang HRD di perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia. Saya juga akan melanjutkan pendidikan saya ke jenjang S2 untuk mengambil profesi psikologi agar saya bisa membuka praktek sebagai seorang psikolog dan nantinya saya dapat menolong masyarakat yang memiliki permasalahan psikologis dengan kemampuan yang saya miliki. Saya akan menolong orang-orang di sekitar saya, seperti tetangga atau saudara saya yang memilik permasalahan psikologis dengan ilmu yang sudah saya pelajari selama kuliah. Jika saya sudah bisa membuka praktek sebagai seorang psikolog, saya nantinya juga akan bergabung di Komnas Perlindungan Anak sebagai seorang psikolog anak karena saya sangat prihatin dengan kasus-kasus yang menimpa anak-anak di Indonesia dan anak-anaklah yang menjadi korban dari berbagai kasus seperti KDRT, perdagangan manusia, dan yang paling sering adalah sebagai korban dari sexual abuse yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Trauma yang mendalam tentunya akan dialami oleh anak-anak yang menjadi korban dari kasus-kasus tersebut dan saya mempunyai target untuk memberikan treatment yang tepat kepada anak-anak tersebut sehingga nantinya mereka dapat bertumbuh dan berkembang secara normal kembali. Dalam hal ini, saya ingin mengembangkan treatment play therapy untuk memulihkan kondisi anak-anak yang pernah mengalami sexual abuse karena di Indonesia sendiri, pemanfaatan play therapy untuk penyembuhan trauma pada anak masih belum terlalu diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Selain itu, jika saya sudah menjadi seorang psikolog yang ahli dan memiliki lisensi untuk membuka jasa konsultasi di bidang psikologi, saya nantinya juga akan lebih fokus ke bidang parenting, karena menurut saya pengaruh kedua orangtua dan lingkungan keluarga sangat penting untuk perkembangan anak nantinya. Jika anak-anak di Indonesia dapat berkembang dengan baik, mereka akan menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki raga dan mental yang sehat dan nantinya mereka bisa merubah Indonesia menjadi Negara yang lebih baik dan lebih maju lagi.     

Rambut ala Runway Model dengan TRESemme Keratin Smooth

Beberapa minggu yang lalu, saya berkesempatan untuk mencoba produk terbaru dari TRESemme, berkolaborasi dengan  Glitzmedia.co  yaitu  TRES...