Saya
Tiara Trisna Putri, lahir 19 tahun yang lalu di Jakarta pada tanggal 22 Maret.
Saya seorang mahasiswi psikologi semester 5 di Universitas Negeri Jakarta. Saya
adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Saya tinggal di Depok, Jawa Barat,
sejak saya lahir. Hobi saya adalah menonton film, menulis, membaca novel, dan
mendengarkan musik. Saya cukup mudah bergaul dan beradaptasi di tempat yang
baru karena saya memiliki tujuan jika saya berada di tempat baru, saya sebisa
mungkin perlu bergaul dengan orang baru untuk memperluas jaringan pertemanan
saya.
Sejak
SMA, saya memiliki cita-cita ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang
perkuliahan di bidang yang berhubungan dengan manusia dan kesehatan. Saya
memiliki dua opsi antara memilih melanjutkan ke fakultas kedokteran atau
psikologi. Saya telah melalui berbagai macam ujian masuk perguruan tinggi. Saya
mengikuti ujian masuk PTN sebanyak enam kali namun belum membuahkan hasil.
Karena Allah memiliki pilihan yang lebih baik, Alhamdulillah akhirnya saya
memilih jurusan Psikologi UNJ dan lulus dalam ujian mandiri UNJ (Penmaba) dan
itu merupakan ujian masuk PTN yang ketujuh dan terakhir yang saya ikuti. Saya
memilih jurusan psikologi karena psikologi sangat berkaitan erat dengan bidang
kesehatan dan manusia. Selain itu, saya juga dapat mempelajari bagaimana
manusia berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga berminat mempelajari
psikologi karena nantinya saya dapat membantu orang-orang di sekitar saya untuk
menemukan solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan dengan diri sendiri
maupun di dalam kehidupan mereka.
Kakak
pertama saya, Kartika Trisna Putri, seorang mahasiswi jurusan meteorologi
tingkat akhir di ITB dan sekarang beliau sudah lulus dan sedang mencari mencari
pekerjaan. Kakak kedua saya bernama Gilang Trisna Kusuma, seorang mahasiswa
teknik lingkungan di ITB dan sedang melanjutkan S2 di ITB dengan bidang yang
sama karena mendapatkan beasiswa. Saya mempunyai adik yang masih duduk di SMPN
2 Depok kelas 9. Saya sangat membutuhkan beasiswa dari dalam maupun luar kampus
untuk membayar biaya selama saya kuliah di UNJ karena keterbatasan kondisi
ekonomi keluarga dan jumlah tanggungan di dalam keluarga yang cukup banyak dan
membutuhkan biaya yang banyak juga. Ayah saya dulu adalah seorang karyawan
swasta di salah satu perusahaan asing di Jakarta, namun pada akhir tahun 2007
beliau terkena PHK sehingga dari akhir tahun 2007 hingga sekarang beliau
menjadi seorang wiraswasta berpenghasilan sekitar 1.500.000-2.000.000/bulan.
Ibu saya seorang Ibu Rumah Tangga. Ibu saya membantu perekonomian keluarga
dengan cara berjualan pakaian dan kue. Saya dan saudara saya juga ikut
membantunya berjualan baju di kampus dengan cara dari mulut ke mulut dan
berjualan kue ketika ada acara pengumpulan dan untuk event tertentu di kampus. Saya juga berusaha membantu perekonomian
keluarga dengan berjualan pulsa. Penghasilan yang ibu saya dan saya dapatkan
tidak menentu setiap bulannnya karena itu tergantung terhadap jumlah pembeli
dan barang terjual. Saya sangat bersyukur karena memperoleh IP 3,84 di semester
1, 3,76 di semester 2, 3,89 di semester 3, dan 3,82 di semester 4. Saya
berharap dengan IP tersebut dapat
mempermudah saya memperoleh beasiswa dari dalam maupun luar kampus agar saya dapat
menjalani masa studi di UNJ dengan lancar tanpa terhambat dengan masalah biaya
perkuliahan.
Saya
mempunyai target untuk mengambil peminatan Psikologi Industri dan Organisasi
dan jika saya lulus kuliah tepat waktu, saya akan melanjutkan untuk mencari
pekerjaan sebagai seorang HRD di perusahaan-perusahaan terbaik di Indonesia.
Saya juga akan melanjutkan pendidikan saya ke jenjang S2 untuk mengambil
profesi psikologi agar saya bisa membuka praktek sebagai seorang psikolog dan
nantinya saya dapat menolong masyarakat yang memiliki permasalahan psikologis
dengan kemampuan yang saya miliki. Saya akan menolong orang-orang di sekitar
saya, seperti tetangga atau saudara saya yang memilik permasalahan psikologis
dengan ilmu yang sudah saya pelajari selama kuliah. Jika saya sudah bisa
membuka praktek sebagai seorang psikolog, saya nantinya juga akan bergabung di
Komnas Perlindungan Anak sebagai seorang psikolog anak karena saya sangat
prihatin dengan kasus-kasus yang menimpa anak-anak di Indonesia dan anak-anaklah
yang menjadi korban dari berbagai kasus seperti KDRT, perdagangan manusia, dan
yang paling sering adalah sebagai korban dari sexual abuse yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung
jawab. Trauma yang mendalam tentunya akan dialami oleh anak-anak yang menjadi
korban dari kasus-kasus tersebut dan saya mempunyai target untuk memberikan treatment yang tepat kepada anak-anak
tersebut sehingga nantinya mereka dapat bertumbuh dan berkembang secara normal
kembali. Dalam hal ini, saya ingin mengembangkan treatment play therapy untuk memulihkan kondisi anak-anak yang pernah
mengalami sexual abuse karena di
Indonesia sendiri, pemanfaatan play
therapy untuk penyembuhan trauma pada anak masih belum terlalu diketahui
oleh masyarakat Indonesia.
Selain
itu, jika saya sudah menjadi seorang psikolog yang ahli dan memiliki lisensi
untuk membuka jasa konsultasi di bidang psikologi, saya nantinya juga akan
lebih fokus ke bidang parenting,
karena menurut saya pengaruh kedua orangtua dan lingkungan keluarga sangat
penting untuk perkembangan anak nantinya. Jika anak-anak di Indonesia dapat
berkembang dengan baik, mereka akan menjadi generasi penerus bangsa yang
memiliki raga dan mental yang sehat dan nantinya mereka bisa merubah Indonesia
menjadi Negara yang lebih baik dan lebih maju lagi.

